HALO REKAN-REKAN LO

 

 
Beritasport-Alhamdullilah…Allahakbar….Allahakbar….Allahakbar berkumandang saat Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) selesai mengambil keputusan atas gugatan PSSI dalam sidang terakhir oleh majelis Hakim PTUN, di Pulo Gebang, Jakarta Timur Selasa (14/07)
 
 
 
Masyarakat Banjiri Jalan Asia Afrika Bandung
Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60 resmi dibuka Presiden Joko Widodo dan dihadiri sejumlah kepala negara serta delegasi dari berbagai Negara (21/4) di Jakarta dan ditutup pada (24/4) di Bandung.
 
foto: tim atki
 
Kehadiran kepala negara serta pejabat negara-negara Asia Afrika ini, benar-benar menarik perhatian para wartawan dalam dan luar negeri. Terlebih masing-masing Negara Asia-Afrika ini juga membawa serta wartawan dari negerinya.
Dari 109 negara Asia Afrika yang diundang, 106 negara hadir, dari 106 negara itu 91 negara Asia Afrika, 15 negara-negara pengamat dan 10 organisasi regional internasional, 126 delegasi baik negara maupun organisasi internasional, dilihat dari tingkat kehadiran ini juga cukup baik, 21 kepala negara, kepala pemerintahan, ditambah sejumlah besar wakil presiden.
 
Sementara Presiden Joko Widodo pada kamis (23/4) malam, secara resmi menutup peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika di Jakarta. Presiden Jokowi mengatakan, Konferensi Asia Afrika kali ini telah menghasilkan 3 dokumen, yaitu pesan Bandung 2015, Deklarasi penguatan kemitraan strategis Asia dan Afrika dan Deklarasi kemerdekaan Palestina.
 
Pesan Bandung berisi target-target yang harus dicapai serta rencana kerjasama yang akan dijalin negara Asia Afrika, mulai dari isu demokrasi, HAM, pemerintahan, sampai reformasi PBB. Konferensi Asia Afrika, juga mendorong tercapainya kerjasama yang saling menguntungkan, agar dapat menjembatani kesenjangan pembangunan di kawasan dan merealisasikan kemerdekaan Palestina.
 
Jumat (24/4) ribuan masyarakat benar-benar memadati Jalan Asia Afrika Bandung sore setelah acara ini selesai.  Pagi hingga siang hari, masyarakat hanya bisa melihat kegiatan acara kehadiran peserta KAA dari jarak sektar 500 meter. Hampir seluruh jalan akses menuju Jalan Asia Afrika ditutup total sejak (23/4) malam dan dibuka (24/4) sore.
 
Petugas keamanan yang diturunkan untuk menjaga acara ini sebanyak 2.412 personel gabungan TNI, yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan VVIP mengamankan pelaksanaan peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA).
 
Begitu ketatnya penjagaan, sampai-sampai reporter dari India yang hadir terlambat, mengalami  pemeriksaan yang cukup ketat. Dari 1500 wartawan luar dan dalam negeri yang mendaftar untuk meliput acara KAA ini, hanya sekitar 1.200 saja yang bisa lolos mendapat ID Card. “Tanpa ID Card, jangan harap bisa masuk ke acara,” ujar Reza kepada tim sbcnews. (ara)
Konferensi Asia Afrika (KAA), 24 April 2015, sepekan lagi, panitia terus berbenah. 30 Kepala Negara akan hadir di sini, 1.300 wartawan dalam dan luar negeri lebih akan liput acara ini, panitia dibuat sibuk melayani tamu asing dan membludaknya teman-teman wartawan. Belum lagi, kunjungan wisatawan lokal yang hadir ikut menyaksikan acara ini, Jalan Asia Afrika bakal menjadi lautan manusia.
foto: rendy
 
 
 
Ayooo Migrasi ke DVB-C dan IPTV
 
 
 
 
Menuju Digitaliasi:
DVB-C dan IPTV, Semakin Menarik
Bali-(26-2-2015):  Usaha DVB-C dan IPTV semakin menarik untuk dicoba, terlebih regulasi di Indonesia, pada tahun 2018 akan melaksanakan digitalisasi. Para pelaku bisnis Cable TV, yang masih menggunakan system analog, bersiap-siap untuk bermigrasi ke digital.
Untuk mengimplementasikan ini semua, DPP ATKI bermitra dengan tim IT, yang bergerak di bidang Cable TV dan IPTV. Ini untuk melayani pelaku bisnis tv kabel yang akan beralih ke didgital. “Tidak ada anggapan lagi system DVB-C dan IPTV itu mahal, system ini sebenarnya murah, tidak jauh beda dengan membangun tv kabel analog”, ujar tim IT, Fajar di dampingi ketua DPP ATKI, Alan
Untuk itu, team IT ini akan melayani pengelola tv kabel yang akan bermigrasi ke didgital, perhotelan, apartemen, hotel, rumah sakit, cluster dan perkantoran . Team IT ini juga siap melayani peminat yang serius untuk di demokan  di lokasi, (tim atki) 
 
 
 
Apa DVB-C2?
DVB-C2 adalah sistem transmisi kabel digital yang dikembangkan oleh Proyek DVB. Ia menggunakan modulasi terbaru dan teknik coding untuk memungkinkan penggunaan yang sangat efisien jaringan kabel mana, sampai sekarang, dalam banyak kasus kapasitas transmisi hilir sudah digunakan untuk batas. DVB-C2 awalnya akan digunakan untuk pengiriman layanan baru yang inovatif, seperti video-on-demand (VOD) dan televisi definisi tinggi (HDTV), membantu operator digital untuk tetap kompetitif dan juga untuk memenuhi kebutuhan transmisi; dalam jangka panjang migrasi layanan DVB-C saat ini untuk DVB-C2 juga diramalkan.
 
April 2010 melihat publikasi dari spesifikasi DVB-C2 (EN302769. Versi terbaru ini sudah tersedia sebagai DVB Bluebook A138) dan Implementasi Pedoman Dokumen (DVB Bluebook A147). Pada bulan yang sama, Technical University of Braunschweig melakukan live pertama transmisi DVB-C2, yang divalidasi meningkatkan kinerja yang diharapkan yang kuat dari sistem baru. Sebuah Plugfest sukses diadakan pada bulan Februari 2012 dan ada silikon dan TV solusi dalam produksi massal.
 
 
Latar Belakang
DVB-C pertama kali diterbitkan oleh ETSI pada Desember 1994, kemudian menjadi sistem transmisi yang paling banyak digunakan untuk televisi kabel digital. Standar ini digunakan di seluruh dunia dalam sistem mulai dari jaringan televisi kabel yang lebih besar (CATV) ke satelit antena TV utama kecil (SMATV) sistem. DVB-C juga terintegrasi sebagai lapisan fisik untuk versi Eropa dari DOCSIS, Data Melalui Kabel Jasa Antarmuka Spesifikasi (EuroDOCSIS: ITU J.222.1).
Berbagai faktor telah bergabung untuk menciptakan permintaan untuk DVB untuk membuat standar transmisi kabel generasi kedua, seperti yang telah terjadi dengan DVB-S2 dan DVB-T2 untuk satelit dan transmisi terestrial.
- Banyak jaringan CATV sudah penuh dengan kapasitas
- Operator dengan penetrasi digital high membutuhkan fleksibilitas untuk menjaga penawaran mereka kompetitif
- Jaringan CATV mentransmisi konten dari jaringan lain, misalnya satelit, harus mengikuti evolusi mereka
- Alat-alat baru yang diperlukan untuk mengatasi kedua pelanggan pribadi dan bisnis, terutama dengan konten berbasis IP
- Peningkatan kinerja, misalnya kejutan listrik waktu, diperlukan untuk meningkatkan penetrasi digital di beberapa pasar
Seperti semua standar DVB, spesifikasi didasarkan pada seperangkat Persyaratan Umum. Persyaratan utama mencakup peningkatan kapasitas (setidaknya 30%), dukungan protokol input yang berbeda, dan meningkatkan kinerja kesalahan. DVB-C2 menggunakan kembali beberapa blok bangunan sistem transmisi DVB generasi kedua lainnya - "DVB Keluarga" pendekatan. Standar baru tidak diperlukan agar kompatibel dengan DVB-C, meskipun penerima DVB-C2 akan dapat juga menangani layanan DVB-C.
Bagaimana cara kerjanya?
 
Seperti pendahulunya, DVB-C2 menawarkan berbagai mode dan pilihan yang dapat dioptimalkan untuk karakteristik jaringan yang berbeda dan persyaratan layanan yang berbeda direncanakan untuk pengiriman ke pelanggan kabel. (Gambar 1. membandingkan mode dan fitur yang tersedia dalam DVB-C dan DVB-C2.) Dengan menggunakan keadaan coding seni dan teknik modulasi menawarkan efisiensi spektrum yang lebih besar dari 30% lebih tinggi di bawah kondisi yang sama seperti penyebaran saat ini DVB-C. Setelah analog switch-off keuntungan dalam kapasitas hilir akan lebih besar dari 60% untuk HFC dioptimalkan.
www.atkipusat.com
Pilihan Bahasa